HASIL PENELITIAN

ABSTRAK PENELITIAN WISUDAWAN / ALUMNI

FAPERTA UNDANA PERIODE SEPTEMBER 2014

 

Keterangan

Nama Lengkap NIM : Maria Antonia Bau / 0704022402

JenisKelamin : Perempuan

Tempat / TanggalLahir : Betun/04 Januari 1987

Jurusan / Prodi / Minat : Sosektan/Sosek

IPK : 3,00

No. Telp. / HP : 085239457732

Penelitian :

Judul : Pengaruh Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Belu.

Pembimbing : 1. Ir. D. Roy Nendissa, MP

2. Ir. Made TusanSurayasa M. Hum

 

Abstrak

 

Penelitian tentang Pengaruh Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu telah dilakukan di Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Belu. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2013, dengan tujuan untuk mengetahui : 1) Mengidentifikasi penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu usahatani padi sawah di Desa Umanen Lawalu Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Belu. 2) Mengetahui besar pendapatan petani terhadap penggunaan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu  pada usahatani padi sawah. 3) Mengetahui pengaruh Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu terhadap pendapatan usahatani padi sawah.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive sampling atas dasar wilayah penelitian tersebut merupakan sektor produksi padi sawah baik yang menerapkan maupun yang tidak menerapkan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu.  Berdasarkan hal tersebut terpilih Desa Umanen Lawalu dan Desa Umakatahan. Responden ditetapkan secara random sampling sebanyak 10% dari masing-masing populasi. Populasi penelitian ini adalah petani padi sawah yang menerapkan Teknologi Pengelolaan Tanaman terpadu berjumlah 512 KK dan yang tidak menerapkan berjumlah 514 KK. Dengan demikian jumlah responden masing-masing 51 orang. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan analisis deskriptif, Untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis Pendapatan, dan untuk menjawab tujuan ketiga, menggunakan analisis Uji t.

Hasil analisis data menunjukan bahwa : 1) tingkat penerapan petani responden terhadap Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu sudah tinggi. 2) rata-rata besarnya pendapatan petani responden yang menerapkan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu adalah Rp. 2.742.421  dan Rp. 616.235 untuk petani yang tidak menerapkan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu 3) teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu tetap diterapkan di daerah penelitian, karena Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu secara nyata berdampak positif terhadapa pendapatan petani. Namun masih ada komponen-komponen yang harus diperhatikan yaitu penggunaan Varietas unggul, penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, cara tanam dan jarak tanam.

Mengingat Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu secara nyata berdampak positif terhadap pendapatan, maka teknologi tersebut disarankan untuk tetap diterapkan di daerah penelitian. Namun masih ada komponen teknologi tertentu yang harus diperhatikan, maka perlu adanya upaya penyuluhan agar setiap komponen dapat digunakan sesuai dengan yang dianjurkan. Komponen yang dimaksud adalah penggunaan Varietas unggul, penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, cara tanam dan jarak tanam.

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh


bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter